LONDON – Pemerintah Inggris meminta warganya menghindari perjalanan ke Israel dan Palestina kecuali untuk keperluan mendesak. Pada saat yang sama, Kedutaan Besar Inggris di Teheran ditutup sementara sebagai langkah pencegahan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dikutip dari Sky News, Kementerian Luar Negeri Inggris pada Jumat memperingatkan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut memburuk dan dapat meningkat dengan cepat. Larangan perjalanan ke sejumlah wilayah di Israel dan Palestina yang sebelumnya telah diberlakukan tetap berlaku.
Situasi Keamanan Dinilai Memburuk
Pemerintah Inggris juga memindahkan sebagian staf diplomatiknya dari Tel Aviv ke lokasi lain di Israel. Langkah itu diambil karena adanya kekhawatiran bahwa perbatasan internasional dapat ditutup tanpa pemberitahuan apabila eskalasi terjadi.
Tak lama setelah peringatan perjalanan diumumkan, London menarik stafnya dari Kedutaan Besar di Teheran. “Kami menutup sementara Kedutaan Besar Inggris di Teheran dan kini akan beroperasi dari jarak jauh,” ujar juru bicara pemerintah Inggris.
AS Izinkan Keberangkatan Staf Non-esensial
Di sisi lain, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, dalam surat elektronik kepada pegawai kedutaan menyampaikan bahwa personel yang tidak penting dan keluarga mereka diizinkan meninggalkan Israel.
Ia menyarankan staf yang ingin pergi agar segera melakukannya, dengan catatan bahwa penerbangan komersial masih tersedia. Kedutaan AS bahkan menyebut kemungkinan penerbangan tambahan dalam beberapa hari ke depan belum dapat dipastikan.
Langkah Inggris dan Amerika Serikat ini dinilai sebagai salah satu sinyal terkuat meningkatnya risiko konflik regional, seiring ancaman kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran.
Perundingan Nuklir Belum Capai Kesepakatan
Peringatan tersebut muncul sehari setelah perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran berakhir tanpa kesepakatan. Meski disebut ada “kemajuan signifikan”, kedua pihak belum mencapai titik temu dan pembicaraan dijadwalkan berlanjut pekan depan.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan melakukan kunjungan ke Israel untuk membahas sejumlah prioritas regional, termasuk isu Iran, Lebanon, dan implementasi rencana perdamaian untuk Gaza.
Dalam pidato kenegaraan pekan ini, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa ia lebih memilih solusi diplomatik, namun tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Sebelumnya, Trump juga mengancam akan mengambil tindakan militer apabila kesepakatan tidak tercapai.
Ancaman Perang Regional Menguat
Dalam beberapa pekan terakhir, AS dilaporkan meningkatkan kehadiran militer di kawasan dengan mengerahkan tambahan pesawat dan kapal perang. Iran merespons dengan peringatan akan menyerang Israel jika terjadi aksi militer, sehingga meningkatkan risiko pecahnya konflik yang lebih luas.
Sementara itu, laporan rahasia dari pengawas nuklir PBB menyebut Iran belum memberikan akses ke sejumlah situs nuklir sensitif sejak fasilitas tersebut dibom dalam perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu. Teheran menegaskan program pengayaan uraniumnya bertujuan damai dan membantah mengembangkan senjata nuklir.

Belum ada komentar