Pernyataan Donald Trump soal adanya negosiasi dengan Iran memicu polemik setelah Teheran secara tegas membantah klaim tersebut di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung.
Pemerintah Iran pada Senin (23/3) menyatakan tidak pernah melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, meskipun Trump sebelumnya mengaku telah menggelar dialog produktif terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Trump mengatakan bahwa Washington telah lama bernegosiasi dengan Iran dan kali ini menunjukkan keseriusan. Ia bahkan menunda rencana serangan terhadap jaringan listrik Iran selama lima hari karena adanya perkembangan positif dalam pembicaraan tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut pembicaraan berlangsung sangat kuat dan hampir mencapai kesepakatan di berbagai poin penting. Ia juga mengisyaratkan bahwa hasil akhirnya bisa menjadi “kesepakatan yang baik bagi semua pihak”.
Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu yang bertujuan memengaruhi pasar keuangan dan minyak global.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat dan tetap fokus pada respons terhadap serangan yang dilakukan oleh AS dan sekutunya.
Peran Negara Ketiga dan Rencana Pertemuan
Seorang pejabat Eropa menyebutkan bahwa meskipun tidak ada dialog langsung, sejumlah negara seperti Mesir, Pakistan, dan negara Teluk berperan sebagai perantara komunikasi antara kedua pihak.
Sumber lain menyebut kemungkinan adanya pertemuan langsung di Islamabad dalam waktu dekat untuk membahas penghentian perang. Beberapa pejabat Amerika, termasuk utusan khusus dan pihak Gedung Putih, dikabarkan akan terlibat dalam upaya tersebut.
Meski demikian, Gedung Putih menegaskan bahwa pembicaraan diplomatik bersifat sensitif dan tidak semua spekulasi mengenai pertemuan dapat dikonfirmasi sebelum ada pengumuman resmi.
Di tengah polemik tersebut, konflik Timur Tengah terus memanas. Pasukan Garda Revolusi Iran melaporkan serangan baru terhadap target Amerika Serikat dan Israel, termasuk beberapa kota penting.
Israel juga mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari Iran, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer akan terus berlanjut meskipun ada peluang diplomasi.
Sementara itu, Iran tetap menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Penutupan ini memicu gejolak pasar energi global, dengan harga minyak sempat turun tajam setelah pernyataan Trump soal negosiasi.
Hingga kini, perang yang dimulai sejak akhir Februari tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan meningkatkan kekhawatiran akan krisis energi global yang berkepanjangan.

Belum ada komentar