Otoritas Spanyol bersiap menerima lebih dari 140 penumpang dan awak kapal pesiar yang terdampak wabah hantavirus. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary pada akhir pekan ini.
Mengutip dari Associated Press, kapal MV Hondius yang berbendera Belanda diperkirakan akan tiba di Pulau Tenerife pada Sabtu atau Minggu.
Kepala layanan darurat Spanyol, Virginia Barcones, mengatakan para penumpang akan ditempatkan di area khusus yang terisolasi saat proses evakuasi dilakukan.
“Mereka akan tiba di area yang benar-benar terisolasi dan dijaga ketat,” katanya.
Pemerintah Belanda juga menyatakan terus berkoordinasi dengan operator kapal dan negara-negara asal penumpang yang berada di atas kapal tersebut.
Amerika Serikat disebut telah menyiapkan pesawat untuk memulangkan 17 warganya dari Kepulauan Canary. Pemerintah Inggris juga akan mengirim pesawat charter untuk mengevakuasi hampir dua lusin warga negaranya yang berada di kapal.
Sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut, sementara beberapa lainnya jatuh sakit.
Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran kepada masyarakat luas masih rendah.
WHO juga mengonfirmasi bahwa seorang pramugari yang sempat berada dalam penerbangan bersama salah satu penumpang terinfeksi dinyatakan negatif hantavirus.
Sebelumnya, kondisi pramugari tersebut sempat memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan penularan virus antarmanusia.
Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antar manusia. Gejala biasanya muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar.
Perusahaan kapal pesiar Oceanwide Expeditions menyebutkan bahwa tidak ada penumpang maupun awak kapal lain yang saat ini menunjukkan gejala penyakit.
Sementara itu, otoritas kesehatan di sejumlah negara masih melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi.
Pada 24 April lalu, lebih dari dua puluh penumpang dari sedikitnya 12 negara dilaporkan meninggalkan kapal tanpa proses pelacakan kontak.
WHO menyebut kasus hantavirus pada salah satu penumpang baru dikonfirmasi pada 2 Mei.
Seorang perempuan asal Belanda yang sebelumnya berada di kapal diketahui sempat menaiki penerbangan dari Johannesburg menuju Amsterdam sebelum akhirnya diturunkan karena sakit. Perempuan tersebut kemudian meninggal dunia di Johannesburg.
Otoritas kesehatan Belanda kini melakukan pelacakan terhadap penumpang lain yang berada dalam penerbangan tersebut.
Di sisi lain, otoritas kesehatan Inggris menyatakan satu warga negara Inggris lainnya diduga turut terinfeksi hantavirus.
Kasus tersebut dilaporkan berada di Tristan da Cunha, wilayah terpencil Inggris di Samudra Atlantik Selatan yang sempat disinggahi kapal pada April lalu.
Dua warga Inggris lain yang sebelumnya berada di kapal telah dipastikan terinfeksi virus tersebut dan kini menjalani perawatan di Belanda serta Afrika Selatan.

Belum ada komentar