Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menegaskan bahwa hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat tetap penting di tengah meningkatnya ketegangan terkait perang Iran dan sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump.
Mengutip dari Associated Press, pernyataan tersebut disampaikan Tajani usai bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dalam kunjungannya ke Italia dan Vatikan, Jumat (8/5/2026).
Menurut Tajani, kedua pihak membahas berbagai isu internasional, termasuk konflik Iran, situasi di Lebanon, Venezuela, hingga Kuba.
“Saya percaya semuanya dapat bergerak ke arah yang benar,” kata Tajani.
“Saya yakin Eropa membutuhkan Amerika — Italia membutuhkan Amerika — dan Amerika Serikat juga membutuhkan Eropa dan Italia,” lanjutnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa memanas akibat perang Iran serta kebijakan perdagangan Trump.
Ketegangan juga meningkat setelah Trump mengkritik Paus Leo XIV dan menyinggung sikap pemerintah Italia terkait konflik Iran.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sebelumnya menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan ilegal dan menilai komentar Trump terhadap Paus Leo XIV tidak dapat diterima.
Trump kemudian menuding Meloni tidak memiliki keberanian dan bersikap negatif terhadap dukungan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Meski demikian, Tajani menegaskan Italia tetap berkomitmen menjaga kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat dan NATO.
Ia mengatakan Italia siap mengirim angkatan laut untuk membantu proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz apabila gencatan senjata permanen dengan Iran berhasil tercapai.
Italia juga disebut akan mempertahankan keterlibatannya dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Selain itu, Tajani menyampaikan kepada Rubio bahwa keberadaan pasukan Amerika Serikat di Eropa masih dianggap penting untuk memperkuat NATO.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut pembahasan dengan Italia juga mencakup upaya menjaga keamanan pelayaran internasional serta penyelesaian perang di Ukraina.
Laporan AP menyebut hubungan pertahanan antara Italia dan Amerika Serikat sempat diuji ketika Italia menolak memberikan izin bagi pesawat pengebom Amerika mendarat di pangkalan Sigonella, Sisilia, tanpa persetujuan parlemen.
Pemerintah Italia menegaskan tidak ingin terlibat langsung dalam konflik Iran dan setiap penggunaan pangkalan militer untuk operasi ofensif harus mendapat persetujuan parlemen.
Di sisi lain, perang Iran disebut berdampak pada ekonomi Italia, termasuk kenaikan biaya energi akibat terganggunya jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Ancaman tarif baru dari Amerika Serikat juga memunculkan kekhawatiran terhadap sektor ekspor Italia.
Dalam kunjungannya ke Vatikan, Rubio juga bertemu Paus Leo XIV dan Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin.
Departemen Luar Negeri AS menyebut pertemuan tersebut membahas upaya mewujudkan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah serta berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.
Kedua pihak juga menegaskan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Vatikan tetap kuat.

Belum ada komentar