Reza Pahlavi Siap Pimpin Iran Pasca Kematian Khamenei

Reza Pahlavi Siap Pimpin Iran Pasca Kematian Khamenei, Foto: Istimewa/CBS
infoluar,

Reza Pahlavi, putra mantan Syah Iran, menyatakan kesiapan memimpin transisi demokrasi di Iran setelah kematian Ayatollah Khamenei, dengan menekankan keselamatan rakyat dan hubungan strategis dengan dunia, termasuk Israel.

Latar Belakang Reza Pahlavi

Reza Pahlavi, 65 tahun, adalah putra mantan raja Iran, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan pada 1979. Saat revolusi, Pahlavi tinggal di Amerika Serikat dan dilatih sebagai pilot Angkatan Udara AS di Texas.

Ia telah menghabiskan 47 tahun dalam pengasingan, namun kini berada di Paris untuk menyatakan visi kepemimpinannya bagi Iran pasca kematian Khamenei.

Kematian Khamenei dan Peluang Transisi

Dalam wawancara dengan CBS News, Pahlavi menyebut kematian Ayatollah Khamenei sebagai peristiwa penting bagi rakyat Iran, yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menuntut kebebasan dan melanjutkan perjuangan melawan rezim garis keras.

Ia menekankan, “Ini adalah momen di mana rakyat Iran dapat bertindak untuk masa depan mereka sendiri.”

Reza Pahlavi Fokus pada Kepemimpinan Transisi

Pahlavi menegaskan bahwa perannya adalah sebagai pemimpin transisi, bukan calon raja atau presiden.

“Misi hidup saya adalah membawa negara ini ke titik di mana rakyat dapat membuat pilihan bebas. Itu sudah cukup bagi saya,” jelasnya.

Ia ingin memastikan demokrasi, pemisahan agama dan negara, kesetaraan warga, serta proses demokrasi yang memungkinkan rakyat menentukan masa depan mereka.

Kebijakan Luar Negeri dan Nuklir

Mengenai hubungan dengan Israel, Pahlavi menekankan pentingnya kemitraan strategis berdasarkan sejarah Iran yang melindungi warga Yahudi selama Perang Dunia II.

Tentang program nuklir Iran, ia menyatakan dukungan untuk pembongkaran total, menekankan bahwa Iran tidak perlu persenjataan nuklir militer.

Dukungan Rakyat dan Visi Masa Depan

Pahlavi menyebutkan bahwa jutaan orang Iran, di dalam dan luar negeri, menyuarakan dukungan kepadanya sebagai pemimpin transisi.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini lahir dari fakta bahwa ia tidak terlibat dalam rezim lama dan selalu peduli dengan kesejahteraan rakyat Iran.

Ia mencontohkan keberanian warga dalam demonstrasi terbaru dan menekankan pentingnya perlawanan rakyat tanpa menghiraukan intervensi pihak luar.

Reza Pahlavi dan Presiden AS

Reza Pahlavi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Trump atas keberaniannya melakukan intervensi, meski ia menekankan bahwa dukungan rakyat Iran lebih penting daripada dukungan pemerintah asing.

Ia menekankan posisi uniknya sebagai jembatan menuju transisi demokrasi, bukan calon penguasa masa depan.

Kemapanan dan Penindasan Masa Lalu

Pahlavi juga menanggapi sejarah pemerintah ayahnya yang dikenal karena kekayaan dan penindasan.

Ia menekankan bahwa ayahnya meninggalkan Iran untuk menghindari pertumpahan darah, dan bahwa rakyat saat ini mendukungnya karena tidak terkait dengan kekejaman rezim sebelumnya.

Ia ingin memastikan Iran baru berfokus pada keadilan, kebebasan, dan pembangunan demokrasi.

Belum ada komentar