CIA dan Intelijen Israel Lacak Khamenei Sebelum Serangan

CIA dan Intelijen Israel Lacak Khamenei Sebelum Serangan
CIA dan Intelijen Israel Lacak Khamenei Sebelum Serangan, Foto: cbs
infoluar,

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan rudal Israel di Teheran. Intelijen CIA dan Israel memantau lokasi Khamenei selama berbulan-bulan sebelum operasi gabungan ini.

Peran Intelijen dalam Operasi

Dikutip dari CBSNews, informasi intelijen yang dikumpulkan oleh CIA selama berbulan-bulan dan dibagikan kepada Israel memungkinkan serangan rudal terjadi.

Badan intelijen berhasil melacak pergerakan Khamenei dan mengetahui pertemuan pejabat senior Iran yang dijadwalkan pada Sabtu pagi di sebuah kompleks di Teheran yang dihadiri Khamenei.

Pernyataan Pejabat AS

Dalam wawancara dengan CBS News, Perwakilan Mike Turner menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa AS “tidak menargetkan Khamenei, dan tidak menargetkan kepemimpinan di Iran”.

Meski begitu, operasi ini menunjukkan kolaborasi intelijen antara CIA dan Israel untuk memanfaatkan peluang strategis.

Konfirmasi Kematian Khamenei

Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu pagi, beberapa jam setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam operasi gabungan AS-Israel.

Trump menyebutkan ada “beberapa kandidat yang baik” untuk memimpin Iran selanjutnya, namun tidak merinci lebih jauh.

Sejarah Kepemimpinan Khamenei

Khamenei, 86, menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, arsitek Revolusi Islam 1979.

Selama hampir empat dekade, Khamenei mengkonsolidasikan otoritas atas pemerintahan, militer, dan urusan agama, menjadikannya pemimpin dominan secara politik dan religius di Iran.

Langkah Selanjutnya bagi Iran

Diplomat utama Iran menyatakan bahwa ulama yang berkuasa dapat memilih pemimpin tertinggi baru dalam beberapa hari mendatang.

Meski belum jelas siapa penggantinya, kematian Khamenei membuka babak baru bagi politik dan stabilitas negara tersebut.

Senator AS Soroti Kekuatan Intelijen

Senator Tom Cotton, ketua Komite Intelijen Senat, menekankan bahwa lokasi dan niat para pemimpin musuh merupakan prioritas utama intelijen AS.

Menurutnya, operasi ini membuktikan kemampuan intelijen AS dan Israel yang “tidak dimiliki negara lain di dunia”.

Belum ada komentar