Asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada dan wilayah utara Minnesota memicu peringatan kualitas udara tidak sehat di sejumlah wilayah Amerika Serikat.
Berdasarkan data Canadian Wildland Fire Information System, hingga Sabtu (18/7/2026) terdapat 937 kebakaran hutan aktif di Kanada, dengan sebagian besar masih berada di luar kendali.
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding pemerintah Kanada lalai dalam pengelolaan hutan sehingga kebakaran terus berulang setiap tahun dan berdampak hingga ke wilayah AS.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk “kelalaian yang disengaja” dan menganggap polusi lintas batas telah merugikan Amerika Serikat hingga miliaran dolar.
Ia juga menyatakan biaya akibat polusi tersebut seharusnya dimasukkan ke dalam tarif impor yang dikenakan terhadap Kanada.
Trump menuding Kanada tidak melakukan pengelolaan hutan dan pembersihan material mudah terbakar secara memadai. Ia juga mengatakan akan menghubungi Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, untuk membahas langkah penanganan asap kebakaran tersebut.
Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Kesiapsiagaan Darurat Kanada, Eleanor Olszewski, mengatakan pemerintah Kanada dan Amerika Serikat terus berkomunikasi dalam penanganan kebakaran hutan.
Menurutnya, kedua negara memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama menghadapi kebakaran hutan. Ia juga menyebut Kanada telah menginvestasikan sekitar 12 miliar dolar AS sejak 2020 untuk program keberlanjutan hutan dan pencegahan kebakaran.
Sementara itu, kota Detroit tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia pada Jumat (17/7/2026) berdasarkan pemantauan IQAir. Kondisi serupa juga terjadi di Washington dan Chicago sehingga masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Kondisi kualitas udara tersebut turut memunculkan kekhawatiran terhadap penyelenggaraan final Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) di stadion terbuka di New Jersey.
Di wilayah New Jersey dan New York, kualitas udara dilaporkan membaik dibandingkan Kamis (16/7/2026), meski masih berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sebelumnya, kabut asap membuat cakrawala Manhattan nyaris tidak terlihat.
Meski demikian, National Weather Service (NWS) memperingatkan bahwa asap diperkirakan kembali menebal pada malam hingga Sabtu pagi.
Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan panitia terus memantau perkembangan kualitas udara menjelang pertandingan.
Meteorolog NWS, Peter Mullinax, menjelaskan angin di kawasan Great Lakes berpotensi membawa lebih banyak asap ke wilayah timur laut Amerika Serikat, meski prakiraan menunjukkan kondisi dapat membaik.
“Saya tidak percaya dampaknya akan sebesar jika pertandingan digelar hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, prakirawan kualitas udara Maryland, Joel Dreessen, mengatakan kondisi pada hari pertandingan akan bergantung pada pergerakan asap setelah sistem badai akhir pekan.
Di sejumlah kota di kawasan Midwest dan Timur Laut Amerika Serikat, masyarakat mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Di New York, perpustakaan dan stasiun kereta turut membagikan masker secara gratis.
Pakar kesehatan dari University of British Columbia, Chris Carlsten, menjelaskan bahwa partikel halus dari asap kebakaran hutan memiliki dampak besar terhadap kesehatan paru-paru. Menurutnya, asap tersebut tidak hanya mengandung sisa kayu dan vegetasi, tetapi juga dapat membawa partikel cat, plastik, hingga logam.
Ia menambahkan bahwa selama bergerak di atmosfer, asap mengalami proses reaksi kimia yang dapat meningkatkan tingkat toksisitas partikel aerosol.
Wilayah Upper Midwest yang berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran, termasuk Michigan, Minnesota, dan Wisconsin, selama beberapa hari terakhir mencatat kualitas udara pada kategori berbahaya.
Sejumlah ahli juga kembali menyoroti hubungan antara meningkatnya frekuensi kebakaran hutan dengan perubahan iklim.
Ilmuwan Copernicus Atmosphere Monitoring Service, Mark Parrington, mengatakan perubahan iklim menyebabkan musim kebakaran menjadi lebih panjang akibat meningkatnya suhu udara dan berkurangnya kelembapan tanah.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebakaran dapat berlangsung selama berminggu-minggu sepanjang musim panas.
Otoritas Kanada melaporkan kebakaran hutan di Ontario terus memburuk pada Jumat (17/7/2026). Meski belum menimbulkan korban jiwa, sejumlah komunitas di wilayah terpencil telah dievakuasi, sementara puluhan pesawat dikerahkan untuk membantu pemadaman.
Di sisi lain, US Forest Service mencatat terdapat 16 kebakaran aktif di kawasan Superior National Forest di perbatasan Minnesota dan Kanada.
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa cuaca yang tidak menentu, perubahan arah angin, serta potensi badai dan embusan angin kencang menjadi tantangan dalam upaya pemadaman kebakaran.

Belum ada komentar