Kelompok yang mendorong pemisahan Provinsi Alberta dari Kanada menyatakan telah menyerahkan hampir 302.000 tanda tangan untuk memicu referendum terkait hal tersebut.
Mengutip dari Associated Press, jumlah tersebut melampaui syarat minimum sebanyak 178.000 tanda tangan yang dibutuhkan agar pemerintah provinsi mempertimbangkan penyelenggaraan referendum.
Jika seluruh tanda tangan dinyatakan valid, pemungutan suara dapat digelar paling cepat pada Oktober mendatang. Perdana Menteri Alberta, Danielle Smith, sebelumnya menyatakan akan melanjutkan proses tersebut apabila jumlah dukungan mencukupi, meski ia menegaskan tidak mendukung pemisahan provinsi tersebut dari Kanada.
Namun, hasil “ya” dalam referendum tidak serta-merta membuat Alberta merdeka. Proses selanjutnya tetap memerlukan negosiasi dengan pemerintah federal.
Profesor ilmu politik dari McGill University, Daniel Béland, menyebut sejumlah kelompok masyarakat adat telah mengajukan gugatan hukum untuk menolak referendum tersebut dan kemungkinan akan terus menempuh jalur hukum.
Penyerahan tanda tangan dilakukan oleh pimpinan kelompok Stay Free Alberta, Mitch Sylvestre, yang datang ke kantor Elections Alberta di Edmonton dengan konvoi tujuh truk.
“Hari ini adalah hari bersejarah dalam sejarah Alberta,” kata Sylvestre. “Ini adalah langkah pertama menuju langkah berikutnya — kami telah melewati Putaran 3 dan sekarang kami berada di final Piala Stanley.”
Ia menyebut dokumen tanda tangan telah melalui proses penanganan berulang hingga lima kali untuk memastikan keabsahannya.
Lebih dari 300 pendukung turut hadir, membawa bendera provinsi dan meneriakkan “Alberta kuat.”
Meski demikian, proses ini masih menghadapi tantangan hukum. Seorang hakim di Edmonton dijadwalkan memberikan putusan terkait gugatan yang diajukan oleh kelompok First Nations yang menilai pemisahan Alberta dapat melanggar hak perjanjian mereka.
Danielle Smith sebelumnya menilai kebijakan pemerintah federal dari Partai Liberal di masa lalu telah membatasi kemampuan Alberta dalam memproduksi dan mengekspor minyak, yang menurutnya berdampak besar terhadap perekonomian provinsi. Ia juga menyatakan tidak menginginkan campur tangan pemerintah federal dalam urusan provinsi.
Pemerintah federal di bawah Perdana Menteri Mark Carney belum memberikan tanggapan langsung terkait perkembangan tersebut.
Menurut Béland, peluang referendum untuk menghasilkan keputusan pemisahan dinilai kecil.
“Saat ini, dukungan terhadap kemerdekaan di Alberta relatif rendah. Kurang dari 30% dan jauh lebih rendah jika hanya melihat pendukung inti. Peluang kemenangan kubu pro-kemerdekaan tampaknya kecil pada tahap ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya proses verifikasi, terutama setelah adanya laporan kebocoran data besar yang melibatkan kelompok separatis di Alberta.
“Mark Carney memang populer, bahkan di Alberta. Dorongan untuk kemerdekaan oleh sebagian warga Alberta sudah ada sebelum masa jabatannya dan berkaitan dengan keluhan ekonomi, fiskal, dan politik mengenai perlakuan yang dianggap tidak adil dari pemerintah federal terhadap Alberta,” katanya. “Kekhawatiran ini meningkat selama masa Justin Trudeau, tetapi telah mencapai puncaknya dan bahkan menurun sejak ia meninggalkan jabatan.”

Belum ada komentar