Amerika Kerahkan Kapal Induk, Trump Tunggu Respons Iran

Amerika Kerahkan Kapal Induk, Trump Tunggu Respons Iran
Amerika Kerahkan Kapal Induk, Trump Tunggu Respons Iran, Foto: Istimewa/BBC
infoluar,

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan mengapa Iran belum juga “menyerah” di tengah peningkatan kekuatan militer Washington di Timur Tengah, dikutip dari BBC. Pernyataan tersebut disampaikan melalui utusan khususnya, Steve Witkoff, di tengah negosiasi nuklir yang masih berlangsung.

Trump Soroti Sikap Iran

Dalam wawancara dengan Fox News, Witkoff mengatakan Trump merasa “penasaran” mengapa Iran belum menunjukkan sikap menyerah di bawah tekanan militer besar-besaran Amerika Serikat.

“I don’t want to use the word ‘frustrated’… because he [Trump] understands he’s got plenty of alternatives, but he’s curious as to why they haven’t… I don’t want to use the word ‘capitulated’, but why they haven’t capitulated.

“Why, under this sort of pressure, with the amount of sea power and naval power that we have over there, why haven’t they come to us and said, ‘We profess that we don’t want a weapon, so here’s what we’re prepared to do?’”

Witkoff menambahkan: “And yet it’s hard to sort of get them to that place.”

Pernyataan ini dirangkum dari wawancara tersebut yang menekankan bahwa Trump masih membuka opsi serangan terbatas jika kesepakatan terkait program nuklir Iran tidak tercapai.

Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan masih ada peluang penyelesaian diplomatik dengan pendekatan “win-win”. Ia menyebut Tehran tengah menyiapkan draf kemungkinan kesepakatan untuk diserahkan kepada Witkoff dalam beberapa hari ke depan.

Pembahasan program nuklir Iran sebelumnya telah berlangsung dalam perundingan tidak langsung di Jenewa, Swiss, pada 17 Februari. Oman sebagai mediator mengumumkan putaran berikutnya dijadwalkan kembali digelar Kamis ini di Jenewa.

Meski ada laporan kemajuan, Trump menyatakan dunia akan mengetahui dalam 10 hari ke depan apakah kesepakatan tercapai atau tindakan militer akan diambil.

Peningkatan Kekuatan Militer AS

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan, termasuk pengerahan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, serta kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal perusak, kapal tempur, dan jet tempur.

Langkah ini memberi Washington opsi untuk melancarkan serangan terbatas maupun kampanye udara yang lebih luas jika diperlukan.

Gelombang Protes Kembali Muncul di Iran

Di dalam negeri, Iran juga menghadapi tekanan internal. Rekaman yang diverifikasi BBC menunjukkan demonstrasi besar di sejumlah universitas, termasuk Sharif University of Technology di Teheran.

Mahasiswa menggelar aksi untuk mengenang ribuan korban tewas dalam penindakan aparat bulan lalu. Human Rights Activists News Agency (Hrana) melaporkan lebih dari 7.000 orang tewas dalam gelombang kekerasan tersebut, meskipun otoritas Iran menyebut angka resmi sekitar 3.100 korban dan menyatakan sebagian besar adalah aparat keamanan atau warga sipil.

Trump sebelumnya menyatakan dukungan terhadap para demonstran dan pernah mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran bisa menjadi “hal terbaik yang dapat terjadi”.

Belum ada komentar