Amerika Evakuasi Staf Non-Esensial dari Kedubes Beirut

Amerika Evakuasi Staf Non-Esensial dari Kedubes Beirut
Amerika Evakuasi Staf Non-Esensial dari Kedubes Beirut, Foto: Istimewa/BBC
infoluar,

Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan semua staf non-esensial meninggalkan kedutaan mereka di Beirut, Lebanon, setelah tinjauan keamanan terbaru, dikutip dari BBC. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran terkait program nuklirnya.

Evakuasi Staf dan Keamanan Diplomat

Sekitar 50 staf kedutaan AS diperintahkan meninggalkan Beirut. Sebanyak 32 staf beserta keluarga mereka terbang dari Bandara Beirut pada Senin, menurut pejabat bandara yang dikutip Reuters. Meski demikian, kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti untuk memastikan pelayanan bagi warga AS.

“Kami terus menilai situasi keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru, kami memutuskan untuk mengurangi kehadiran staf ke personel esensial. Langkah sementara ini bertujuan menjaga keselamatan staf sambil tetap beroperasi,” kata pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

Ketegangan AS-Iran Memanas

Ancaman Trump terhadap Iran muncul karena kesulitan negosiasi nuklir. Iran sebelumnya memperingatkan akan membalas jika diserang AS, sementara pangkalan dan fasilitas Amerika di Timur Tengah dianggap sebagai target potensial. Presiden AS juga telah menetapkan batas waktu 10 hari untuk melihat apakah kesepakatan akan tercapai atau serangan militer dilakukan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menunda perjalanan ke Israel tanpa alasan resmi. Ia dijadwalkan sebelumnya bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memperbarui hasil negosiasi nuklir dengan Iran.

Respon Iran dan Ancaman Balasan

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengunggah pesan ancaman ke media sosial terhadap pasukan AS. Iran juga menghadapi protes internal besar-besaran di universitas setelah penindakan Januari lalu yang menewaskan ribuan orang. Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, masih ada peluang penyelesaian diplomatik dengan pendekatan win-win.

Persiapan Militer AS

Amerika telah meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah, termasuk pengiriman kapal induk USS Gerald R Ford serta armada F-35, F-22, pembom, dan pesawat pengisi bahan bakar. Langkah ini memberi Trump opsi serangan terbatas maupun kampanye udara berkepanjangan terhadap Iran.

Israel menyatakan kesiapan menghadapi skenario apapun. Netanyahu mengatakan, “Jika Iran memutuskan menyerang Israel, kami akan merespons dengan kekuatan yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan.”

Evakuasi staf Kedubes AS di Beirut ini dikutip dari BBC sebagai langkah pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, sementara negosiasi nuklir dan ancaman militer tetap menjadi fokus utama diplomasi internasional.

Belum ada komentar