CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan mundur dari dewan direksi perusahaan energi fusi Helion Energy seiring rencana kerja sama besar antara kedua perusahaan mulai menguat.
Keputusan ini diambil karena peran ganda Altman dinilai tidak lagi memungkinkan, terutama saat OpenAI mulai menjajaki kolaborasi strategis dalam skala besar dengan Helion Energy.
Alasan Mundur dan Potensi Konflik Kepentingan
Dalam pernyataannya di media sosial X, Altman menjelaskan bahwa ia tetap memiliki kepentingan finansial di Helion, namun akan menarik diri dari proses negosiasi jika ada kesepakatan bisnis antara kedua pihak.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi konflik kepentingan, mengingat OpenAI sedang mempertimbangkan kemitraan jangka panjang di sektor energi dengan perusahaan tersebut.
CEO Helion, David Kirtley, menyebut Altman memiliki peran penting dalam perkembangan perusahaan sejak awal dan menyatakan optimisme untuk tetap bekerja sama dalam kapasitas baru.
Rencana Kerja Sama Energi Skala Besar
Laporan menyebutkan bahwa OpenAI sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli pasokan listrik dari Helion Energy. Kesepakatan yang dibahas mencakup alokasi awal sekitar 12,5 persen produksi energi Helion.
Dalam jangka panjang, OpenAI berpotensi memperoleh kapasitas listrik hingga 5 gigawatt pada 2030, dengan target meningkat menjadi 50 gigawatt pada 2035.
Meski demikian, pihak OpenAI belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut, sementara Helion menyatakan belum mengumumkan pelanggan baru selain kerja sama sebelumnya dengan Microsoft dan Nucor.
Persaingan Energi di Era Kecerdasan Buatan
Potensi kerja sama ini mencerminkan tren global di mana perusahaan teknologi besar berlomba mengamankan pasokan energi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
Perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Amazon juga telah menjalin kesepakatan dengan penyedia energi nuklir dan fusi, yang sebelumnya dianggap tidak realistis.
Helion Energy sendiri didirikan pada 2013 dan telah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$1 miliar. Pada Januari 2025, perusahaan ini menutup pendanaan Seri F senilai US$425 juta dengan valuasi mencapai US$5,4 miliar.
Langkah OpenAI ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi akan menjadi faktor kunci dalam pengembangan teknologi AI di masa depan.

Belum ada komentar