Pemerintah Korea Selatan memerintahkan Hyundai untuk menarik puluhan ribu SUV Palisade hybrid setelah muncul kekhawatiran serius terkait keselamatan, menyusul insiden fatal yang terjadi di Amerika Serikat.
Kementerian Transportasi Korea Selatan pada Selasa (24/3) mengumumkan penarikan sekitar 58.000 unit Hyundai Palisade secara nasional akibat potensi cacat pada sistem kursi otomatis.
Kecelakaan Fatal Picu Penarikan
Langkah ini diambil setelah insiden tragis di Ohio, Amerika Serikat, pada 7 Maret lalu, di mana seorang anak berusia dua tahun meninggal dunia. Laporan media setempat menyebutkan kursi otomatis di baris ketiga kendaraan tiba-tiba terlipat dan menjepit korban.
Menanggapi kejadian tersebut, Amerika Serikat dan Kanada juga telah lebih dulu melakukan penarikan sekitar 68.500 unit Palisade serta menghentikan sementara penjualan beberapa varian premium.
Hyundai menyatakan masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Masalah Sistem Kursi dan Risiko Keselamatan
Otoritas Korea Selatan mengungkapkan bahwa kursi baris kedua dan ketiga pada Palisade tidak mampu mendeteksi keberadaan penumpang atau benda dengan baik. Hal ini disebabkan oleh desain perangkat lunak yang tidak optimal pada pengontrol kursi otomatis.
Masalah ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius bagi pengguna kendaraan. Sebelumnya, Hyundai juga melaporkan adanya dua kasus cedera di Korea Selatan pada Oktober dan Desember tahun lalu yang diduga terkait dengan masalah serupa.
Selain itu, regulator keselamatan di Kanada dan Amerika Serikat juga menerima laporan empat kasus cedera yang berkaitan dengan fitur kursi otomatis tersebut.
Update Software dan Potensi Kerugian
Sebagai langkah awal, Hyundai telah mulai menyediakan pembaruan perangkat lunak sejak Jumat lalu untuk mengurangi risiko. Pembaruan ini memungkinkan pengguna menonaktifkan fungsi lipat otomatis kursi dengan lebih mudah hanya melalui satu tombol.
Sebelumnya, pengguna harus mematikan dan menyalakan kembali kendaraan untuk menonaktifkan fitur tersebut. Selain itu, sistem juga akan diatur agar fungsi kursi otomatis hanya aktif saat pintu bagasi terbuka.
Analis memperkirakan jika masalah ini memerlukan penggantian komponen perangkat keras, biaya yang harus ditanggung industri otomotif Hyundai bisa mencapai sekitar 100 miliar won atau setara Rp1 triliun lebih.
Selain kerugian finansial, perusahaan juga berpotensi menghadapi gugatan hukum dari konsumen, termasuk class action dan tuntutan ganti rugi.
Hyundai Palisade sendiri merupakan salah satu SUV terlaris di Korea Selatan sepanjang tahun lalu, sehingga kasus ini menjadi sorotan besar bagi reputasi perusahaan.

Belum ada komentar