OpenAI Siapkan Dana 1 Miliar Dollar untuk Filantropi AI di 2026

OpenAI Foundation Siapkan Dana 1 Miliar Dollar untuk Filantropi AI di 2026
OpenAI Foundation Siapkan Dana 1 Miliar Dollar untuk Filantropi AI di 2026
infoluar,

OpenAI Foundation, lembaga nirlaba yang mengendalikan perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dan produk unggulannya ChatGPT, berjanji akan menyalurkan dana sebesar $1 miliar dalam satu tahun ke depan untuk memperkuat kapasitasnya sebagai lembaga filantropi.

Komitmen Filantropi OpenAI Foundation

Langkah ini menandai perkembangan besar dalam kegiatan filantropi OpenAI dan memberikan gambaran bagaimana perusahaan, yang awalnya dibentuk sebagai lembaga nirlaba, ingin menjalankan misinya untuk mengembangkan AI demi manfaat “seluruh umat manusia.”

“Kami bertujuan agar AI dapat membantu menemukan solusi bagi masalah tersulit manusia, meningkatkan kemampuan manusia, dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari  sambil bekerja sama dengan mitra untuk siap menghadapi tantangan baru dan membuat masyarakat lebih tangguh seiring kemajuan AI,” ujar OpenAI dalam pernyataannya, Selasa (24/3/2026).

Dikutip dari AP News, Dana baru ini akan mendukung penelitian ilmu hayat dan kesehatan, serta berupaya mengurangi dampak teknologi AI terhadap pekerjaan, ekonomi, dan kesehatan mental, khususnya anak-anak.

Komitmen ini mengikuti janji sebelumnya pada Oktober lalu, ketika OpenAI Foundation mengumumkan akan menyalurkan $25 miliar untuk tujuan serupa, meski tanpa batasan waktu tertentu.

Selain itu, OpenAI Foundation berencana menunjuk direktur eksekutif baru untuk mengawasi program pemberian grant ini, memperkuat struktur organisasi dan tata kelola filantropi mereka.

Sejarah dan Transformasi OpenAI

OpenAI didirikan pada 2015 sebagai laboratorium riset nirlaba, namun dalam beberapa tahun terakhir mencoba menyesuaikan diri dengan struktur komersial melalui pengembangan produk seperti ChatGPT dan anak perusahaan yang berorientasi profit, yang kini termasuk salah satu startup dengan valuasi tertinggi di dunia.

Pada Oktober lalu, OpenAI menyelesaikan kesepakatan dengan regulator yang tetap menempatkan dewan nirlaba sebagai pengawas bisnis profitnya, namun memungkinkan investor dan perusahaan memperoleh keuntungan dari teknologi yang dikembangkan.

Kesepakatan ini juga mengklarifikasi kepemilikan nirlaba di perusahaan, yang saat itu bernilai sekitar $130 miliar, menjadikan OpenAI salah satu nirlaba dengan sumber daya terbesar di Amerika Serikat.

Sejak pendirian anak perusahaan berorientasi profit pada 2019, aktivitas nirlaba OpenAI sempat berkurang drastis, dari pengeluaran $51 juta pada 2018 menjadi $3,3 juta tahun berikutnya. Pada 2024, tahun terakhir laporan ke Internal Revenue Service (IRS), OpenAI Foundation menerima donasi sebesar $4.433 dan menyalurkan grant senilai $7,6 juta.

Brian Mittendorf, profesor akuntansi dan urusan publik di The Ohio State University, menekankan bahwa formulir pajak tidak sepenuhnya mencerminkan aktivitas nirlaba OpenAI dan sejauh mana misinya tercapai. “Orang sering fokus pada aspek finansial.

Namun sama pentingnya adalah apakah produk yang mereka kembangkan benar-benar melayani umat manusia seperti yang mereka bayangkan,” kata Mittendorf.

Revitalisasi dan Strategi Filantropi Terbaru

Pada 2025, OpenAI berupaya menghidupkan kembali nirlabanya dengan membentuk dewan penasihat sementara untuk memberikan panduan terkait struktur filantropi, sembari bernegosiasi dengan regulator dan investor mengenai peran dewan nirlaba dalam mengawasi bisnisnya.

Dewan ini, termasuk pemimpin buruh Dolores Huerta, merekomendasikan agar OpenAI meningkatkan sumber daya nirlaba secara signifikan dan berkonsultasi dengan komunitas terkait dampak AI.

Desember lalu, nirlaba ini mengumumkan $40,5 juta dalam bentuk grant untuk organisasi berbasis komunitas, mendukung literasi AI, memperkuat kehidupan sipil, dan meningkatkan kesempatan ekonomi masyarakat.

Visi baru OpenAI dalam pemberian grant ini hadir di tengah kekhawatiran masyarakat terkait peningkatan biaya listrik akibat pusat data, gugatan yang menyoroti dampak AI terhadap kesehatan mental, serta pertanyaan dari perusahaan dan aktivis mengenai kesiapan teknologi AI untuk digunakan dalam konteks perang.

Belum ada komentar