Sedikitnya 25 anggota Garda Nasional Meksiko dilaporkan tewas dalam gelombang kekerasan yang melanda negara bagian Jalisco setelah kematian gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho dalam operasi militer.
Informasi ini dikutip dari laporan AFP dan pernyataan resmi pejabat keamanan Meksiko yang menyebutkan bahwa situasi keamanan memburuk di sedikitnya 20 negara bagian sejak Minggu (11/02/2026), tak lama setelah El Mencho dinyatakan meninggal dunia dalam tahanan.
Kerusuhan Meluas ke Puluhan Wilayah
Kematian pemimpin CJNG tersebut memicu serangkaian aksi balasan dari kelompoknya. Kerusuhan dilaporkan terjadi di berbagai kota dan wilayah yang selama ini menjadi basis operasi kartel.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, menyatakan bahwa selain 25 anggota Garda Nasional, seorang petugas penjara, anggota kantor kejaksaan negara bagian, serta 30 anggota organisasi kriminal turut tewas dalam kekerasan yang terjadi setelah kematian El Mencho.
Pemerintah kemudian mengerahkan 2.500 tentara tambahan ke wilayah barat Meksiko guna memperkuat pengamanan, sebagaimana disampaikan Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla.
Kronologi Penangkapan dan Kematian
El Mencho, yang selama ini dikenal sebagai pemimpin CJNG dan salah satu buronan paling dicari di Meksiko, ditangkap pada Minggu setelah aparat melacak keberadaannya saat ia bertemu seorang pasangan dekatnya.
Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan yang dirangkum dari pernyataan pemerintah, terjadi baku tembak antara pengawal pribadi El Mencho dan pasukan khusus militer. Ia mengalami luka serius dalam insiden tersebut.
El Mencho kemudian meninggal dunia saat dalam perjalanan dari Tapalpa, Jalisco, menuju ibu kota Mexico City. Sedikitnya enam pengawalnya tewas dalam operasi tersebut, sementara tiga anggota militer dilaporkan mengalami luka-luka.
Presiden Sheinbaum: Pemerintah Kendalikan Situasi
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memuji operasi militer yang berujung pada tewasnya pemimpin kartel tersebut dan menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah menjaga stabilitas nasional.
“There is calm, there is government, there are armed forces and there is a lot of co-ordination,” Sheinbaum said.
Ia menyatakan bahwa aparat keamanan telah membersihkan blokade jalan yang sebelumnya dipasang oleh anggota kartel di sejumlah wilayah.
Aksi Balasan dan Dampak Kerusakan
Setelah kabar kematian El Mencho menyebar, anggota kartel melakukan berbagai aksi balasan. Di sejumlah kota, mereka memblokir jalan dengan menebar paku dan benda tajam di aspal. Di wilayah lain, bus dan kendaraan umum dibajak lalu dibakar di tengah jalan.
Sejumlah bank dan usaha lokal dilaporkan mengalami kerusakan akibat pembakaran yang dilakukan kelompok kriminal. Di beberapa kota, warga memilih bertahan di rumah setelah otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.
Keterlibatan Amerika Serikat
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan bahwa operasi penangkapan dilakukan oleh militer dengan dukungan Garda Nasional dan Angkatan Udara. Pemerintah juga mengakui adanya informasi pelengkap dari pihak Amerika Serikat.
Namun, pemerintah Meksiko menegaskan bahwa tidak ada pasukan Amerika Serikat yang terlibat langsung dalam operasi yang menyebabkan kematian El Mencho. Informasi ini dikutip dari laporan AFP yang mengonfirmasi pernyataan resmi pemerintah setempat.
Gelombang kekerasan pasca-kematian El Mencho menjadi ujian besar bagi pemerintah Meksiko dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama di wilayah yang selama ini menjadi pusat aktivitas kartel narkoba.

Belum ada komentar