Serangan Rusia dengan drone pada siang hari menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 30 lainnya di Ukraina, termasuk kerusakan pada bangunan bersejarah di pusat kota Lviv, menurut laporan pejabat setempat pada Selasa (24/3/2026).
Video yang beredar menunjukkan drone menabrak sebuah bangunan tua dekat gereja di pusat bersejarah Lviv, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Polandia. Sebelumnya, serangan malam hari menewaskan lima orang di berbagai wilayah Ukraina.
Dikutip dari Channelnewsasia, Angkatan Udara Ukraina melaporkan lebih dari 400 drone diluncurkan di siang hari, berbeda dari taktik Rusia yang biasanya menyerang di malam hari selama perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Di kota Ivano-Frankivsk, dua orang tewas dan empat lainnya terluka, sementara jendela rumah sakit bersalin pecah tetapi tidak ada korban di dalamnya.
Di Vinnytsia, satu orang tewas dan 11 lainnya terluka. Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, menyatakan sebuah bangunan tempat tinggal terkena drone kedua, sementara reruntuhan drone ketiga jatuh di jalanan.
Gubernur regional Lviv, Maksym Kozytskyi, menyebut sebagian Situs Warisan Dunia UNESCO di sekitar Gereja St. Andrew abad ke-17 mengalami kerusakan. Pertahanan udara Ukraina juga berusaha menanggulangi drone sepanjang hari di dekat Kyiv, dengan peringatan diterbitkan di media sosial untuk lebih dari selusin wilayah.
Kerusakan akibat serangan telah dilaporkan di 11 wilayah, termasuk gangguan pasokan listrik di Moldova akibat serangan. Menteri Luar Negeri Moldova, Mihai Popsoi, menyebut jalur listrik utama Isaccea-Vulcanesti terpengaruh, sementara Presiden Maia Sandu menegaskan Rusia bertanggung jawab atas situasi ini.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, kembali meminta sekutu menyediakan munisi pertahanan udara untuk Kyiv, mengingat Ukraina menghadapi kekurangan misil karena fokus Amerika Serikat pada perang AS-Israel terhadap Iran. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan agar semua kesepakatan pertahanan udara dapat dilaksanakan tepat waktu.
Eksplosif yang terdengar di Vinnytsia dan Ternopil menunjukkan bahwa serangan siang hari ini telah mencapai kota-kota ratusan kilometer dari garis depan, memaksa warga tetap berada di tempat perlindungan.

Belum ada komentar