Polisi Republik Ceko menangkap tiga tersangka setelah sebuah gudang yang memasok drone otonom untuk Ukraina terbakar, dalam insiden yang kini diselidiki sebagai dugaan serangan teroris.
Dua tersangka ditangkap di wilayah Ceko, sementara satu lainnya ditahan di Slovakia, dan otoritas Ceko kini mengupayakan ekstradisinya. Mereka menghadapi tuduhan melakukan serangan teroris dan ikut serta dalam kelompok teroris. Para tersangka merupakan warga negara Ceko dan AS.
Insiden dan Penyelidikan
Dikutip dari abcnews, Kebakaran terjadi di zona industri Pardubice, sekitar 100 km timur Praha, yang menghancurkan bangunan gudang namun tidak menimbulkan korban jiwa.
LPP Holding, perusahaan pemilik gudang, mengonfirmasi kebakaran dan menyatakan bekerja sama dengan penyelidikan. Polisi menduga kebakaran ini sengaja dilakukan (arson) dan sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitannya dengan terorisme.
LPP Holding mengembangkan teknologi drone untuk keperluan sipil dan militer, termasuk yang digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina.
Perusahaan sebelumnya berencana membuka pusat di Pardubice untuk produksi dan pelatihan drone bekerja sama dengan Elbit Systems dari Israel, tetapi proyek itu tidak pernah terealisasi. Setelah serangan, produsen senjata di seluruh negeri meningkatkan langkah keamanan.
Pemerintah baru Ceko yang dipimpin oleh Andrej Babiš menolak bantuan finansial untuk Ukraina dan jaminan pinjaman Uni Eropa bagi negara yang sedang berperang melawan Rusia. Sikap ini menempatkan Ceko sejajar dengan Hungaria dan Slovakia yang menentang dukungan UE untuk Ukraina.

Belum ada komentar