Pemilu Vietnam 2026: Komunis Menang Telak, To Lam Diprediksi Jadi Presiden

Foto dari Reuters menampilkan warga memberikan suara di sebuah TPS
Foto dari Reuters menampilkan warga memberikan suara di sebuah TPS di Hanoi pada 15 Maret 2026, menandai proses pemilu lima tahunan yang digelar serentak dengan pemilihan dewan lokal.
infoluar,

Vietnam kembali menegaskan struktur politik satu partainya setelah hasil pemilu yang dirilis pada 22 Maret menunjukkan Partai Komunis memenangkan hampir 97 persen dari 500 kursi di Majelis Nasional.Data ini mengonfirmasi dominasi penuh partai berkuasa dalam pemilihan yang sebagian besar kandidatnya memang berasal dari partai tersebut.

Menurut laporan resmi, partai meraih 482 kursi angka yang sejalan dengan komposisi majelis sebelumnya. Otoritas setempat menyebut tingkat partisipasi pemilih melampaui 99 persen, serupa dengan pola pemilu-pemilu sebelumnya.

Meski begitu, Majelis Nasional unicameral tersebut diketahui hampir tidak memiliki kewenangan untuk menantang keputusan-keputusan kunci Partai Komunis, termasuk dalam hal penentuan pejabat negara. Namun, majelis masih memiliki ruang untuk mengusulkan perubahan terhadap rancangan undang-undang tertentu.

Agenda Sidang dan Proyeksi Kepemimpinan Baru

Majelis Nasional dijadwalkan menggelar sesi pleno pada 6 April mendatang. Dalam sidang tersebut, para legislator akan mengesahkan jajaran pemimpin negara yang sudah ditetapkan oleh partai, termasuk posisi perdana menteri dan presiden.

To Lam, yang telah dikukuhkan sebagai sekretaris jenderal dalam kongres partai Januari lalu, diperkirakan kuat akan merangkap sebagai presiden.

Jika hal itu terjadi, struktur kepemimpinan Vietnam akan semakin selaras dengan model politik China, di mana Xi Jinping memegang jabatan ganda sebagai sekretaris jenderal Partai Komunis China dan presiden.

Vietnam dan China termasuk di antara sedikit negara yang masih berada di bawah pemerintahan komunis. Meski keduanya memiliki sejarah persaingan panjang, termasuk sengketa wilayah di Laut China Selatan, hubungan resmi antarkedua Partai Komunis tetap terjaga erat.

Pemilu ini berlangsung di tengah tekanan global terhadap banyak negara, termasuk dampak lanjutan dari krisis Timur Tengah yang memengaruhi perdagangan, energi, dan stabilitas kawasan.

Vietnam kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas dan menjaga arah kebijakan di tengah dinamika global tersebut.

Belum ada komentar