Konflik Timur Tengah Memanas, Singapura Minta Warganya Tunda Perjalanan

Singapura Minta Warganya Tunda Perjalanan
Singapura Minta Warganya Tunda Perjalanan, Foto: Ist/CNA
infoluar,

Pemerintah Singapura mengeluarkan imbauan perjalanan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu (1/3/2026), Kementerian Luar Negeri Singapura meminta warganya menunda seluruh perjalanan ke kawasan tersebut karena situasi keamanan yang dinilai tidak menentu.

Imbauan Resmi Pemerintah Singapura

Melalui Kementerian Luar Negeri Singapura, pemerintah mengeluarkan peringatan perjalanan untuk 15 destinasi di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini diambil di tengah kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran serta serangan balasan dari Teheran.

Dalam keterangannya, kementerian juga merujuk pada pernyataan juru bicara sebelumnya yang dirilis pada 28 Februari.

Pemerintah menilai situasi keamanan di kawasan tersebut bergejolak, termasuk adanya gangguan penerbangan internasional.

“Mengingat situasi keamanan yang bergejolak dan gangguan terhadap penerbangan ke kawasan tersebut, warga Singapura disarankan untuk menunda semua perjalanan ke Israel, Iran, dan kawasan Timur Tengah,” demikian imbauan resmi tersebut.

Warga Diminta Tetap di Dalam Rumah

Kedutaan besar Singapura di berbagai negara Timur Tengah telah mengingatkan warganya untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari perjalanan yang tidak perlu hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Mereka yang saat ini berada atau transit di kawasan tersebut diminta mengambil langkah pencegahan demi keselamatan pribadi.

Langkah tersebut mencakup tetap berada di tempat aman, segera menuju perlindungan jika ada peringatan, memantau perkembangan berita secara saksama, serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Selain itu, pemerintah mendorong warga Singapura yang berada di Timur Tengah untuk melakukan pendaftaran elektronik melalui sistem kementerian agar memudahkan komunikasi dalam kondisi darurat.

Konflik Berpotensi Berkepanjangan

Situasi keamanan memburuk setelah perang udara selama 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni tahun lalu kembali memicu eskalasi baru.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya telah memperingatkan akan kembali menyerang apabila Iran melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan bahwa konflik dengan Iran bisa berlangsung hingga satu bulan. Pernyataan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran akan dampak regional yang lebih luas.

Dengan dinamika yang terus berkembang, pemerintah Singapura menegaskan bahwa keselamatan warga negaranya menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian keamanan di Timur Tengah.

3 Tanggapan

  1. Pernyataan bahwa konflik bisa berlangsung hingga satu bulan sangat mengkhawatirkan. Ini bukan hanya soal perjalanan, tapi masa depan kawasan.

    Dengan AS dan Israel yang kembali menyerang, sulit membayangkan Iran akan diam saja. Mudah-mudahan ada solusi diplomatik sebelum segalanya benar-benar tidak terkendali

  2. Membaca artikel ini rasanya miris. Ketegangan geopolitik yang dipicu oleh serangan balasan ini benar-benar mengganggu stabilitas global, tidak hanya secara politik tapi juga terhadap keselamatan warga sipil biasa.

    Gangguan penerbangan internasional adalah salah satu dampak kecil yang paling terasa langsung oleh masyarakat