Saham Asia Naik Usai Trump Tunda Serangan ke Iran

Saham Asia Naik Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Saham Asia Naik Usai Trump Tunda Serangan ke Iran. Foto: channelnewsasia
infoluar,

Pasar saham Asia menguat setelah Donald Trump menunda serangan ke fasilitas energi Iran, meski ketidakpastian masih membayangi pasar global.

Optimisme sempat muncul karena klaim adanya pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, namun dibantah oleh pihak Teheran sehingga membuat sentimen pasar tetap rapuh.

Dikutip dari channelnewsasia, Bursa saham Asia pada Selasa (24/3) mengalami kenaikan di berbagai wilayah, termasuk Tokyo, Hong Kong, Shanghai, Sydney, Seoul, Singapura, Bangkok, Mumbai, dan Manila.

Sebelumnya, pasar di Wall Street juga melonjak setelah Trump mengumumkan penundaan serangan selama lima hari terhadap infrastruktur energi Iran.

Kebijakan tersebut meningkatkan harapan akan meredanya konflik di Timur Tengah serta potensi dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Harga Minyak Bergejolak

Harga minyak sempat anjlok tajam, dengan Brent turun hingga 14 persen ke level US$96 per barel, sementara indeks saham utama AS naik lebih dari satu persen.

Namun, optimisme itu tidak bertahan lama setelah Iran membantah adanya negosiasi dengan Washington.

Harga minyak kemudian kembali naik, dengan Brent melonjak hampir 3 persen ke atas US$102 dan WTI naik lebih dari 3 persen ke atas US$91, mencerminkan keraguan investor terhadap peluang perdamaian.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran masih menjadi faktor utama yang menekan pasar energi global.

Analis menilai kondisi pasar masih sangat rapuh karena konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara nyata.

Selain itu, gangguan pada jalur pengiriman minyak, infrastruktur energi, serta risiko geopolitik membuat harga energi berpotensi tetap tinggi dalam jangka menengah.

Di sisi lain, laporan menyebutkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tengah mempertimbangkan keterlibatan lebih jauh dalam konflik, yang dapat memperburuk situasi kawasan.

Sementara itu, Uni Eropa dan Australia menandatangani perjanjian perdagangan bebas baru sebagai upaya memperkuat ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Belum ada komentar